Cold room merupakan suatu ruangan yang digunakan untuk menyimpan barang atau produk yang membutuhkan suhu dingin atau rendah.

Secara umum, sistem cold storage juga bisa diartikan sebagai ruangan yang didesain secara khusus dengan kondisi suhu tertentu untuk mempertahankan kesegaran produk. Fasilitas ini biasanya dibangun dengan menyesuaikan kapasitas penyimpanan serta ukuran bangunan yang tersedia.

Pengenalan cold room di sektor bisnis saat ini sangat penting dan semakin diminati. Berbagai sektor industri yang mengandalkannya antara lain industri perikanan, pengolahan makanan, retail, restaurant chain store, hingga pasar pertanian.

Fasilitas gudang pendingin atau cooling room yang dimiliki oleh perusahaan logistik pada umumnya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal, melainkan juga sering disewakan kepada pihak lain yang membutuhkan.

Fungsi utama dari cooling room adalah sebagai tempat penyimpanan komoditas sensitif, baik itu makanan, minuman kemasan yang membutuhkan suhu rendah, daging, ikan, sayur-sayuran, hingga frozen food. Dengan menjaga kestabilan suhu, kualitas dan higienitas produk dapat terjaga sampai ke tangan konsumen.

Pengenalan Cold Room Chiller dan Jenis Lainnya

Sistem penyimpanan suhu rendah ini memiliki 4 tipe utama, yaitu freezer room, chilled room (sering disebut juga chilling room atau chiller room), blast freezer, serta blast chiller.

Memahami karakteristik setiap jenis ruangan sangat penting agar Anda tidak salah memilih model penyimpanan. Pada dasarnya, chilled room dan freezer room digunakan untuk penyimpanan jangka panjang dengan kondisi suhu konstan.

Sementara itu, tipe blast freezer dan blast chiller lebih ditujukan untuk mendinginkan produk secara seketika (shock cooling) sebelum disimpan dalam tingkatan suhu tertentu.

1. Chilled Room (Chilling Room)

Tipe chilling room adalah ruangan pendingin yang memiliki kemampuan menjaga kondisi suhu rendah dari 1°C hingga 7°C. Storage chilled semacam ini banyak digunakan untuk menaruh bahan makanan yang masih segar, misalnya sayur-sayuran, buah-buahan, serta bahan makanan lain yang memiliki daya tahan kesegaran kurang dari 2 bulan (60 hari).

Pada tipe chiller room ini, Anda juga bisa memanfaatkannya sebagai thawing room dengan setelan temperatur sekitar 10°C. Proses ini berfungsi untuk meningkatkan suhu bahan baku segar secara bertahap dan aman sebelum masuk ke dalam proses memasak.

2. Freezer Room

Kondisi suhu yang dimiliki oleh freezer room berada pada temperatur -15°C sampai dengan -20°C. Dengan suhu yang sangat rendah tersebut, bahan makanan yang umumnya disimpan di gudang pendingin ini adalah daging, susu, keju, dan produk lain yang membutuhkan temperatur pada suhu beku agar tahan lama.

3. Blast Chiller

Blast chiller lebih umum digunakan untuk mendinginkan makanan yang baru selesai dimasak dalam waktu yang singkat. Ruangan ini memiliki kemampuan menurunkan temperatur makanan hingga mencapai suhu 1°C – 4°C secara cepat guna mencegah berkembangbiaknya mikroorganisme. Inilah mengapa penting untuk sewa gudang chiller atau berinvestasi pada unit ini.

4. Blast Freezer

Penyimpanan ini banyak digunakan pada industri makanan olahan karena kemampuannya membekukan bahan baku secara instan. Makanan beku dan makanan olahan bisa disimpan pada suhu -20°C sampai dengan -35°C.

Selain untuk pengawetan, modifikasi blast freezer dan blast chiller juga difungsikan untuk mencegah pertumbuhan bakteri, menjaga nutrisi, mempertahankan cita rasa asli, serta mengurangi tingkat kadar air pada makanan agar tidak rusak saat dicairkan.

Pengenalan Komponen Utama Cold Room

Agar performa coldroom atau coldrom Anda tetap optimal dan efisien, pastikan Anda memahami fungsi komponen-komponen penyusun di dalam sistemnya berikut ini:

No Komponen Sistem Cold Room Penjelasan
1 Receiver Berfungsi untuk menampung refrigeran (freon) jika ekspansi berkurang.
2 Filter Drier Berfungsi sebagai penyaring dan penyerap kotoran serta asam yang ada pada sistem cold storage.
3 Moisture Indicator / Sight Glass Berfungsi untuk melihat kualitas serta sirkulasi refrigerant dalam sistem. Terdapat 2 indikator warna: kuning (lembab/bermasalah) dan hijau (aman/kering).
4 Solenoid Valve Digunakan untuk proses pumpdown sistem secara otomatis dengan cara mengalirkan atau menghentikan laju refrigerant.
5 Shut Off Valve Berfungsi untuk menghentikan laju refrigeran secara manual apabila solenoid valve tidak bekerja atau saat perbaikan.
6 Differential Pressure Control (DPC) Alat pengontrol tekanan refrigeran berfungsi sebagai sistem proteksi untuk melindungi kompresor dari kerusakan fatal akibat tekanan terlalu tinggi atau rendah.
7 Globe Valve Berfungsi untuk mengatur asupan air atau aliran cairan secara presisi supaya tidak berlebihan.
8 Ventilator Berfungsi untuk menjaga dan menyeimbangkan tekanan udara di dalam ruangan agar tetap stabil. Tanpa ventilator, dinding atau panel ruangan bisa melengkung akibat perbedaan tekanan ekstrem.

Meskipun komponen sudah lengkap, jika bahan makanan tidak diletakkan pada jenis tempat yang sesuai, maka kualitas bahan tetap bisa berkurang.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keempat jenis penyimpanan di atas dirancang untuk tujuan spesifik agar kualitas stok Anda tetap berada pada kondisi prima.

FAQ

Apa itu chill room?

Chill room (atau dikenal sebagai chilling room) memiliki suhu rendah antara 1°C dan 7°C. Ruangan ini dirancang khusus untuk menyimpan bahan makanan segar yang sensitif terhadap suhu beku, seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan bahan makanan siap saji lainnya.

Apa sebenarnya cool room artinya dalam industri logistik?

Secara umum, istilah cool room artinya ruang pendingin atau gudang modular berinsulasi yang digunakan untuk mengontrol suhu komoditas. Istilah ini sering digunakan secara bergantian dengan cold room atau chilled room untuk menggambarkan ruangan yang menjaga kesegaran produk tanpa membekukannya.

Share