Tidak semua produk butuh pendingin. Bahkan, beras, tepung, gula, bumbu kering, dan kemasan justru lebih aman di ruang kering yang terkontrol. Karena itu, gudang penyimpanan bahan kering menjadi bagian penting dalam rantai pasok makanan dan minuman. Untuk itu, artikel ini menjelaskan fungsi dry storage, standar suhu dan kelembaban gudang dry, cara mencegah hama, serta penataan stok yang rapi. Selain itu, Anda akan melihat perbedaannya dengan cold storage dan manfaat menyimpan semua produk di satu penyedia.

Ringkasan singkat

  • Gudang dry menyimpan produk tahan suhu ruang: bahan baku kering, makanan kemasan, minuman, bumbu, serta dus dan plastik.
  • Suhu ideal 18°C sampai 25°C dengan kelembaban relatif sekitar 50 sampai 65 persen.
  • Hama adalah ancaman terbesar, karena itu jadwalkan pest control, jaga kebersihan, dan tutup celah masuk.
  • Terakhir, menyimpan dry, chiller, dan frozen di satu penyedia membuat logistik, administrasi, dan biaya lebih ringkas.
Karung beras, tepung, dan dus makanan kemasan tersusun di atas pallet dalam gudang penyimpanan bahan kering
Bahan kering tetap awet bila disimpan di ruang bersih, kering, dan terlindung dari panas langsung.

Fungsi Gudang Penyimpanan Bahan Kering

Gudang dry menyimpan produk yang tahan pada suhu ruang. Contohnya bahan baku kering, makanan kemasan, minuman, bumbu, serta material kemasan seperti dus dan plastik. Selanjutnya, gudang ini menjaga produk tetap bersih, kering, dan terlindung dari panas langsung maupun air.

Meski tidak memakai pendingin, kualitas penyimpanan tetap menentukan masa simpan. Misalnya, gudang yang lembab, panas, atau kotor mempercepat kerusakan. Oleh sebab itu, pelaku usaha perlu memilih fasilitas yang menjaga kondisi ruang secara konsisten.

Suhu dan Kelembaban Gudang Dry yang Ideal

Suhu dan kelembaban gudang dry menentukan seberapa lama produk bertahan. Idealnya, suhu ruang berkisar 18°C sampai 25°C, dengan kelembaban relatif sekitar 50 sampai 65 persen. Sebab, kelembaban yang terlalu tinggi memicu jamur dan membuat produk menggumpal. Sebaliknya, ruang yang terlalu kering bisa merusak sebagian kemasan kertas.

ParameterRentang IdealRisiko Jika Menyimpang
Suhu18°C sampai 25°CPanas berlebih mempercepat kerusakan produk
Kelembaban relatif50 sampai 65 persenTerlalu tinggi memicu jamur dan produk menggumpal; terlalu kering merusak sebagian kemasan kertas

Geser tabel ke samping →

Oleh karena itu, gudang yang baik memakai ventilasi yang cukup, atap yang tidak bocor, dan lantai yang kedap air. Selain itu, pengelola perlu memantau suhu dan kelembaban secara berkala dengan alat ukur. Dengan demikian, pencatatan rutin membantu mendeteksi penyimpangan sebelum produk rusak.

Pencegahan Hama di Gudang Dry

Hama menjadi ancaman terbesar di gudang bahan kering. Contohnya, tikus, kecoa, kutu beras, dan ngengat tertarik pada sisa makanan serta kemasan yang terbuka. Akibatnya, satu infestasi kecil bisa merusak banyak stok sekaligus.

Karena itu, terapkan langkah pencegahan berikut:

  1. Jadwalkan pest control. Pertama, lakukan inspeksi dan penanganan hama secara berkala.
  2. Jaga kebersihan. Kedua, bersihkan tumpahan dan sampah setiap hari.
  3. Tutup celah masuk. Ketiga, pasang penutup pada pintu, saluran, dan ventilasi.
  4. Gunakan pallet. Selain itu, jangan menaruh barang langsung di lantai.
  5. Periksa barang masuk. Terakhir, tolak kemasan yang sobek atau basah.
Petugas gudang memeriksa alat ukur suhu dan kelembaban serta stasiun umpan hama di gudang dry
Inspeksi rutin dan pemantauan kelembaban mencegah hama dan jamur sebelum merusak stok.

Penataan Stok di Gudang Dry

Di samping itu, penataan yang rapi mempercepat pengambilan dan mengurangi risiko kerusakan. Berikut aturan dasarnya:

01

Pallet dan jarak dinding

Susun barang di atas pallet dengan jarak dari dinding agar udara mengalir.

02

Label yang jelas

Selain itu, cantumkan jenis produk, tanggal masuk, dan tanggal kedaluwarsa pada setiap pallet.

03

FIFO atau FEFO

Barang lama keluar lebih dulu, sehingga stok tidak menumpuk hingga kedaluwarsa.

04

Pisahkan produk beraroma

Jauhkan bumbu atau rempah dari bahan yang mudah menyerap bau agar aroma tidak berpindah.

Jadi, untuk kebutuhan ruang yang tertata dan terawat, layanan dry storage warehouse menyediakan area khusus dengan penataan palet yang rapi.

Perbedaan Dry Storage dan Cold Storage

Perbedaan utama terletak pada suhu dan jenis produk. Adapun tabel berikut merangkum perbandingannya.

AspekDry StorageChillerFrozen
Suhu18°C sampai 25°C0°C sampai 5°C-18°C atau lebih rendah
ProdukBahan kering, kemasan, minumanSayur, buah, susu, daging segarDaging beku, seafood, frozen food
Fokus kontrolKelembaban dan hamaSuhu dingin stabilSuhu beku stabil
Masa simpanPanjang untuk produk keringBeberapa hari hingga mingguBerbulan-bulan

Geser tabel ke samping →

Dry storage tidak membutuhkan sistem pendingin, sehingga biaya energinya lebih rendah. Namun, produk yang mudah rusak tetap harus masuk gudang berpendingin. Sementara itu, untuk stok segar dan beku, penyewaan cold storage membantu Anda menjaga kualitas produk tetap aman.

Keuntungan Menyimpan Dry, Chiller, dan Frozen di Satu Penyedia

Banyak bisnis memiliki produk dengan kebutuhan suhu berbeda. Distributor makanan, misalnya, menyimpan bahan kering, sayur segar, dan daging beku sekaligus. Namun, jika semuanya tersebar di beberapa gudang, pengelolaan menjadi rumit.

Oleh sebab itu, sistem one-stop menyederhanakan hal tersebut. Berikut manfaatnya:

01

Logistik lebih ringkas

Satu penyedia menangani semua jenis suhu, sehingga Anda tidak perlu berpindah gudang.

02

Administrasi lebih sederhana

Dengan kata lain, Anda hanya mengelola satu kontrak, satu tagihan, dan satu laporan stok.

03

Pengiriman lebih efisien

Misalnya, barang dari berbagai suhu bisa disiapkan dalam satu lokasi.

04

Biaya lebih terkontrol

Alhasil, Anda menghemat ongkos transportasi antar gudang.

05

Komunikasi lebih mudah

Selain itu, satu tim menangani seluruh kebutuhan penyimpanan Anda.

Khususnya bagi pelaku usaha di kawasan industri, gudang chiller cikarang dapat melengkapi penyimpanan dry dengan produk segar yang butuh suhu 0°C sampai 5°C. Dengan begitu, kombinasi tersebut membuat rantai pasok Anda berjalan lebih lancar.

Pilih Zona Suhu yang Sesuai dengan Produk Anda

Gabungkan beberapa zona suhu di satu lokasi agar seluruh stok Anda tersimpan pada kondisi yang tepat.

Butuh gudang dry yang bersih dan terkontrol?

Ceritakan jenis bahan kering, volume, dan durasi sewa Anda. Tim kami juga siap membantu bila Anda butuh ruang chiller atau frozen sekaligus.

FAQ Seputar Gudang Penyimpanan Bahan Kering

Berapa suhu dan kelembaban ideal untuk gudang dry?

Suhu ideal berkisar 18°C sampai 25°C dengan kelembaban relatif sekitar 50 sampai 65 persen. Rentang ini menjaga bahan kering tetap bebas jamur, sehingga tidak menggumpal.

Produk apa saja yang cocok disimpan di gudang dry?

Gudang dry cocok untuk beras, tepung, gula, bumbu kering, minuman kemasan, dan material kemasan seperti dus. Sementara itu, produk segar dan beku harus masuk gudang chiller atau frozen.

Apa keuntungan memakai satu penyedia untuk dry, chiller, dan frozen?

Anda mendapat logistik yang lebih sederhana, satu kontrak, dan biaya transportasi yang lebih rendah. Selain itu, pengelolaan stok berbagai suhu menjadi lebih mudah dalam satu sistem.

Bagaimana cara mencegah hama di gudang bahan kering?

Jadwalkan pest control secara berkala, bersihkan tumpahan dan sampah setiap hari, tutup celah pada pintu, saluran, dan ventilasi, gunakan pallet, serta tolak kemasan yang sobek atau basah saat barang masuk.

Apa perbedaan utama dry storage dan cold storage?

Dry storage bekerja pada 18°C sampai 25°C dengan fokus kontrol pada kelembaban dan hama, sehingga biaya energinya lebih rendah. Sebaliknya, cold storage memakai sistem pendingin untuk produk segar pada 0°C sampai 5°C dan produk beku pada -18°C atau lebih rendah.

Share