Apakah Anda ingin menyimpan daging dalam jumlah yang banyak untuk persediaan? Sebanyak apa pun resep yang sudah tersedia, memang tidak mungkin mengolah semua daging yang menjadi persediaan kita. Jadi, sisanya pun harus tetap disimpan dengan benar.
Cara terbaik untuk menjaga kualitasnya adalah memilih tempat penyimpanan daging yang tepat dan higienis. Bagi skala rumah tangga, kulkas adalah pilihan utama. Namun, bagi para pelaku bisnis kuliner, menggunakan layanan distributor daging yang menyediakan fasilitas penyimpanan profesional adalah solusi terbaik.
Lalu, bagaimana cara menyimpan daging di kulkas atau gudang daging agar tetap awet serta tidak menimbulkan bau tidak sedap? Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan.
Tips Menyimpan Daging di Gudang Daging Beku
1. Jangan Cuci Lebih Dulu
Sebaiknya jangan mencuci daging sebelum disimpan. Proses pencucian bisa membuat aroma daging menjadi semakin tajam. Di samping itu, air yang meresap ke dalam serat bisa membuat daging menjadi lebih mudah rusak.
2. Memotong Sesuai dengan Takaran Konsumsi
Sebelum disimpan, daging sebaiknya dipotong-potong sesuai dengan ukuran konsumsi dalam sehari. Mencairkan daging beku yang ukurannya lebih kecil tentunya lebih mudah dibandingkan dengan mencairkan bongkahan daging yang besar. Di samping itu, potongan yang lebih kecil juga membutuhkan lebih sedikit tempat pada sewa gudang frozen.
3. Memasukkan Daging ke Wadah Kedap Udara
Sebelum disimpan, masukkan daging ke wadah yang kedap udara. Pastikan bahwa wadah atau kantung plastik yang digunakan memiliki bahan food grade karena wadah ini akan bersentuhan dengan daging selama beberapa bulan. Jangan sampai wadah yang digunakan membahayakan kesehatan.
Langkah ini memegang peranan penting, khususnya untuk daging dengan kadar lemak yang tinggi. Alasannya yaitu daging yang berlemak lebih mudah mengalami freezer burn, yaitu kondisi di mana permukaan daging diselimuti oleh kristal es yang berasal dari molekul air yang menguap. Freezer burn akan membuat daging lebih keras dan kualitasnya berkurang.
4. Perhatikan Berapa Lama Daging Sapi Tahan di Suhu Ruang
Daging mentah, baik daging sapi maupun daging ayam, memiliki batas toleransi yang sangat rendah terhadap udara luar. Pastikan Anda tahu daging beku tahan berapa lama di suhu ruangan agar tidak keliru dalam penanganan. Idealnya, daging tidak boleh dibiarkan lebih dari dua jam di luar pendingin.
Jika suhu di luar lebih dari 32°C, Anda harus segera memindahkannya paling lambat satu jam. Suhu sangat memengaruhi pertumbuhan bakteri. Saat baru membelinya dari distributor daging, jangan langsung menyimpan daging di freezer. Masukkan dulu ke bagian chiller yang suhunya sekitar 4°C agar daging tidak mengalami perubahan suhu drastis.
5. Membekukan Daging pada Suhu -18° Celcius
Agar daging bisa tahan lebih lama, maka simpanlah di freezer dengan suhu -18° Celsius. Membekukan daging ibarat menidurkannya. Dalam keadaan beku, bakteri yang ada di dalam daging seakan-akan tidak bereaksi. Ini akan membuat daging awet secara alami ketika Anda memanfaatkan jasa sewa gudang pendingin.
6. Cara Mencairkan Daging yang Aman
Jika Anda ingin mengolah daging yang sudah dibekukan, jangan sekali-kali mencairkannya di suhu ruangan. Daging yang sudah bersentuhan dengan udara luar yang hangat akan mulai bereaksi terhadap bakteri. Sebaiknya, pindahkan daging ke luar freezer dan letakkan pada shelf atau rak kulkas yang suhunya lebih rendah agar daging mencair secara perlahan tanpa kehilangan suhu dinginnya.
Metode Penyimpanan Daging yang Tepat
| No | Metode | Penjelasan |
| 1 | Suhu | Suhu yang dingin sangat penting untuk menyimpan makanan karena pendinginan bisa memperlambat pertumbuhan bakteri. |
| 2 | Pemisahan Daging | Daging mentah, daging unggas, atau makanan laut harus dimasukkan ke dalam wadah tertutup atau dibungkus dengan aman agar tidak terjadi kontaminasi silang. |
| 3 | Kebersihan Tempat Penyimpanan | Simpanlah daging pada suhu yang tepat. Area tempat penyimpanan daging juga harus higienis dan berkualitas tinggi. |
Berikan Catatan Tanggal
Apakah Anda sering lupa kapan memasukkan daging ke dalam kulkas? Atasi hal ini dengan memberikan catatan label tanggal setiap kali membeli daging. Catatan ini bisa menjadi pengingat kita untuk memilih mana daging yang harus dimasak lebih dulu.
Daging sapi bisa disimpan di dalam freezer dengan suhu kurang dari -18°C selama maksimal 6-12 bulan. Sedangkan ayam bisa bertahan hingga satu tahun asalkan dimasukkan dalam keadaan yang masih sangat segar. Daya tahan setiap bagian daging pun berbeda; bagian has dalam bisa mencapai 12 bulan, namun untuk lidah atau jeroan hanya bertahan maksimal 4 bulan.
Solusi Jasa Gudang Daging Cikarang Profesional
Bagi para pelaku bisnis yang membutuhkan distribusi dalam skala besar, mencari daftar importir daging sapi beku yang terpercaya saja tidak cukup. Anda juga membutuhkan mitra logistik dengan fasilitas rantai dingin (cold chain) yang sempurna.
Suri Nusantara Jaya (SNJ) Cold Storage telah berdiri sejak tahun 2016 dan bertujuan menjadi penyedia layanan cold storage terpercaya di Indonesia untuk mendukung industri frozen food serta industri farmasi. SNJ Cold Storage termasuk dalam PT Suri Nusantara Jaya, perusahaan teknologi pangan, logistik, retail, distributor, penyimpanan serta jasa katering terbesar yang ada di Indonesia.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang, kini layanan kami hadir di lokasi strategis sebagai pusat logistik terpercaya, termasuk fasilitas gudang daging di Cakung dan pusat penyimpanan modern gudang daging cikarang. SNJ Cold Storage berkomitmen menyediakan layanan manajemen cold storage terbaik demi berkontribusi dalam ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi nasional.
FAQ
Berapa lama daging beku tahan di suhu ruangan sebelum rusak?
Daging mentah atau daging beku sebaiknya tidak dibiarkan berada di suhu ruangan lebih dari 2 jam. Jika suhu lingkungan cukup panas (di atas 32°C), daging hanya boleh bertahan maksimal 1 jam sebelum bakteri mulai berkembang biak dengan cepat.
Mengapa penting memilih tempat penyimpanan daging yang memiliki sertifikasi resmi?
Memilih tempat penyimpanan daging yang terstandarisasi memastikan bahwa regulasi suhu (di bawah -18°C) selalu terjaga secara konsisten, sehingga daging terhindar dari kerusakan tekstur dan kontaminasi bakteri berbahaya.